Bicara Soal Sistem

Sepanjang saya menjalani hidup, entah berapa kali kata ‘sistem’ mampir di kuping saya. Seingat saya, kata sistem ini saya dengar saat saya memasuki tahun ke empat sekolah dasar di pelajaran ilmu alam. Seiring berjalannya waktu, saya kemudian mengenal kata lain, turunan dari kata sistem, yakni sistematis. Ketika dewasa, dua kata ini kemudian menjadi cukup sering berdengung di telinga saya. Bahkan terakhir saya membedah dan mengintepretasikan soal sistem ini berdasarkan pemikiran bapak Fritjof Chapra, seorang fisikawan asal Austria.

Namun sebelum kemana mana, saya akan mengajak untuk mengingat kembali pengertian sistem. Menurut Wikipedia, narasumber handal saya saat ini. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen  atau elemen  yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian lain, Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

Secara prinsip, sistem memiliki empat komponen, yakni Obyek, Atribut, Hubungan Internal, dan Lingkungan. Secara lebih lanjut, komponen sebuah sistem kemudian terdiri atas; Tujuan, setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda. Masukan, masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Proses, merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah.

Komponen selanjutnya adalah Keluaran (output),  merupakan hasil dari pemrosesan.  Batas, yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik, control mechanism diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan. Lingkungan, merupakan segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan akan mempengaruhi kelangsungan hidup sistem.

Dalam kehidupan berorganisasi, karena kita sebenarnya memang bagian dari organisasi yang saling beririsan dalam sebuah sistem. Kita dan Organisasi? Ya. Secara tidak sadar kita memang selalu menjadi bagian dalam sebuah organisasi, secara individu, dalam keluarga, lingkup pekerjaan, lingkaran negara, dan yang lebih luas lagi adalah alam raya. Ini akan panjang pembahasannya, jadi saya skip dulu bagian ini meski penting. Biar pada penasaran #ngarep#saya mah gitu orangnya.

Saya mencoba menyederhanakan soal sistem ini menurut pemahaman pikir dan rasa saya. Sistem merupakan sebuah mekanisme yang mampu menjaga setiap bagian dari dirinya tetap hidup, karena sistem mampu berkembang dengan organik seiring dengan pertumbuhan dirinya. Jika demikian, maka daya adaptasi dari kedua belah pihak mutlak diperlukan di sini. Karena ketika adaptasi tidak dilakukan, maka siklus hidup sistem akan menjadi terganggu. Efek yang paling ringan yang terlihat adalah kepunahan spesies. Namun saya pikir, dampak terbesar adalah kukut nya alam raya ini.

Jika demikian, saya pikir. Sistem dalam perannya sebagai penjaga, semestinya juga mampu menjadi pengayom bagi setiap organ-organ yang ada di dalamnya. Bukan kemudian berubah menjadi kayu dan perisai yang memberikan ancaman bagi organ yang mendukung kehidupannya. Mungkin ini akan terbilang naif, hingga kita bisa menyanyikan lagu-lagunya yang kadang naif itu #eh. Namun saya pikir, dukungan dari setiap organ dalam sistemlah yang akan memastikan sistem itu tetap hidup. Kita memang tidak hidup di negeri dongeng, namun bukan kita juga lah yang memiliki hidup ini.

Portal Mimpi # Setelah Kabel Tersambung Kembali.