Sendal Jepit

Buat saya, salah satu penemuan luar biasa di dunia adalah sendal jepit. Sendal jepit? Ya, sendal jepit.

Sendal jepit itu luar biasa berharga. Selain harganya yang  murah. Dia  nyaman di kaki karena ringan. Sendal jepit juga multi fungsi, fungsi utamanya jelas melindungi kaki kita dari kotor saat berjalan. Fungsi tambahan…, heemm bisa buat nimpuk kecoa yang kadang berseliweran di bawah meja, tempat saya  ngetik sekarang . Yang tak kalah menarik. Sendal jepit juga dapat dipakai di segala cuaca. Mau hujan deres sampai nyebrangin banjir. Atau saat panas terik menyengat, sandal jepit tetap bisa jadi pilihan. Tinggal tambahin pakai kaus kaki, kita tetap bisa melangkah di tengah terik matahari.

Tapi siapa sangka. Sendal jepit yang sering disepelekan  ternyata menyimpan nilai fislosofis yang  keren. Begitu bercita rasa, ini serius. Apalagi kalo rasa sandal jepit itu mampir di pipi, asli sangat sandal jepit sekali. Pedes. Tapi jangan lah ya, bukan itu yang saya maksud.

 Seperti ini misalnya, soal desain. Desain sendal jepit yang demikian itu memberikan kita ruang yang cukup lega. Jari jemari kita bisa dengan bebas bergerak. Tapi tetap dalam batasan karet yang melingkari si sendal. Saya memaknainya seperti ini, sebebas-bebasnya kita, tetap ada aturan yang harus kita pegang. Mau aturan individu, aturan komunal, tidak jadi soal, yang jelas ada hal yang musti kita pegang, supaya tidak menyakiti sekitar kita.

 Kita juga bisa belajar soal keikhlasan lho sama di sendal jepit ini. Gak percaya? gini, semahal-mahalnya sendal jepit yang kita beli. Mau beli lewat online shop, atau toko si Budhe sebelah.  Tetap saja dipakainya di kaki, sebagai alas.  Artinya apa,   langsung bersentuhan dengan segala macam kotoran yang ada di jalanan gitu loh. Saya kemudian memaknainya begini, apapun yang kita hadapi dalam menjalani kehidupan. Mau senang atau susah. Nikmati saja, jalani saja, dan ambil hikmahnya. Karena setiap yang terjadi adalah bagian dari pendewasaan hidup. Lagian juga belom pernah saya lihat ada sendal jepit yang dipakai jadi bandul kalung gara-gara beli di zalora.

Yang pasti, sendal jepit  berguna bagai pemakainya di berbagai kondisi. Artinya, dalam menjalani hidup sebagai seorang manusia. Catat, sebagai manusia. Mestinya bisa berguna bagi orang lain dong. Ya nggak? Hidup cuma sekali. Sayang bener jika hidup dilewatkan begitu saja, tanpa menjadi arti buat orang lain 🙂

Kemuning, sehari setelah pilpres

Ngedit dari tulisan lama